Pinjam meminjam dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya adalah hal yang biasa-biasa saja, dan tidak ada salahnya. Mungkin saja seseorang meminjam karena kepentingan yang mendesak, sangat prioritas, atau mungkin pula untuk meringankan beban orang lain.

Islam tidak melarang umatnya meminjam kepada orang atau lembaga tertentu, tetapi hendaklah memperhatikan adab meminjam yang antara lain adalah :

  1. Terpaksa meminjam, karena kondisi sulit atau sangat mendesat;
  2. Berniat mengembalikan pinjaman; denagn demikian insya Allah, Allah swt akan menolong yang bersangkutan dalam hal mengembalikannya;
  3. Meminjam dari orang saleh, agar diri tenang, dan terjaga dari perlakuan yang tidak baik,
  4. Pinjaman cukup untuk kebutuhan yang mendesak, atau seperlunya saja;
  5. Mengembalikan pinjaman dengan tepat waktu pembayaran/pelunasan, tidak mengulur-ulur waktu selama kondisinya mampu untuk melunasi / membayar. “Pengulur-ulur waktu (pembayaran) oleh orang kaya(mampu membayar) adalah kezaliman.”, demikian Rasulullah saw mengingatkan.
  6. Mengembalikan pinjaman dengan cara yang baik. Pengembalian pinjaman sebaiknya dilakukan oleh si peminjam sendiri dengan mendatangi rumah, atau tempat usaha si peminjam.(YA310809)
    Sumber : Hj. Yati Aryati