Banyak kekuatan ataupun sumber kekuatan yang ada di dunia ini yang diciptakanNya, tetapi setiap kekuatan itu selalu ada “lawan” nya atau yang melemahkannya.

Besi itu dikenal kuat sehingga banyak dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain sebagai bahan bangunan. Meski demikian, api dapat melelehkannya.

Api juga kuat, sehingga ada yang mempertuhankannya, tetapi air mampu menaklukkan atau memadamkannya. Kebakaran yang terjadi, entah rumah atau lahan/hutan mampu ditaklukkan oleh air.

Kuatkah air? Ternyata air yang kuat bisa dikalahkan oleh matahari. Sinar matahari membuat air menguap, dan sesuatu bahan yang mengandung air pun menjadi kering.

Kuatkah matahari? Tidak juga, ia dapat dihalangi oleh awan yang rajin mengitari angkasa, berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain.

Kalau begitu kuatkah awan? Ternyata ia bergerak, berpindah-pindah tempat itu karena angin yang bertiup, mulai sepoi-sepoi sampai dengan kecepatan tinggi. Tiupan angin yang kuat, membuat sejumlah manusia ketakutan, dan mengakibatkan sejumlah bangunan ambruk. Namun demikian angin mampu ditaklukkan manusia dengan ilmu yang dimiliki.

Jadi, terkuatkah manusia? Ternyata juga manusia yang kuat bisa dilemahkan oleh ketakutan. Ketakutan pun masih bisa dikalahkan oleh tidur.

Anda lagi ketakutan karena sejumlah persoalan, segera saja tidur, meskipun ketika bangun ketakutan itu mungkin muncul kembali. Dan ketika Anda bangun dari tidur, hal ini menunjukkan bahwa tidur pun ternyata tidak kuat; ia dikalahkan oleh tidur yang panjang, alias mati. Dan ketika kematian telah datang, tertinggal adalah kebaikan. Ternyata terkuat adalah kebaikan.

Oleh karena itu perbuatlah sebanyak mungkin kebaikan agar Anda menjadi kuat, meski telah mati; antara lain dengan menjaga akhlak yang mulia.